Perjalanan Ke Buntok, salah satu kab di wilayah Kalimantan tengah.
Pengalaman ini menjadi salah satu bagian dalam hidupku menyatakan bahwa Allah bekerja dalam waktu yg tepat. minggu lalu aku memanfaatkan libur yang panjang untuk mencari secercah kebahagian dan kedamaian di Palangkaraya. pada awalnya aku berencana sepulang kantor akan mencari travel ke palangaka bersama degan kakak sekantor yang juga akan berlibur ke palagka raya., tapi ternyata boss ku juga mau ke palagka raya so aku dan kakak2 skantorku nebeng ama sang boss deh,, maknyossss. Lumayan kan bisa ngirit sebelum gaji pertamaku masuk ke rekening, hehehe. singkat cerita rabu malam itu aku sudah ada di palangka raya , kamis menikmati ibadah di GPDI Bethesda PalangkaRaya dan Jumat dimulailah pengalaman yang luar biasa bagiku selama 22 tahun ini..
Sekitar jam 7 pagi kami berangkat dari rumah, dengan yakin kami berangkat setelah kemarin kami menservice motor yang kami kendarai. tapi gg disangka 2 jam berjalan tiba2 motor kami bergoyang rege. Ban belakang motor kami bocor. Waduh, jalanan sepi, rumah yang dilewati cuma satu-satu aja. Kak Fina menyarankan tuk terus jalan sampai ketemu tempat tambal ban. Namun karena gg tega ama motornya jadi ku pun menyarankan untuk diseret aja motornya. Melihat disekeliling hanya ada tanaman hutan, semak2 , jalan tanpa ujung menjadikan kami ragu, kalo harus diseret gg tau harus berapa lama kami akan sampai menemukan tempat yang kami cari. akhirnya diputuskan aku jalan dan kak Fina yang mengendarai pelan2 motor sampe ke tempat tambal ban.
Untungnya tak begitu jauh kami temukan tmpatnya, sekitar 8 km. fiuuhhh sampai juga kami kepada harapan (harapan ada tambal ban yang dekat).
Tenang rasanya ketika ada penyelesaian akan masalah kami. Setelah selesai ditambal, masih harap2 cemas kondisi jalanan yang sepi dan masih sangaaaattt jau untuk kami tempuh dengnh ban yang hanya ditambal saja. berharap segera mendapatkan tempat jual ban supaya diganti saja bannya. tapi kehendakNya beda, belum juga 20 km ban kami pecah kali. hadeeehhhh,, kayak mana ini. harus 20 km lagi barulah kami akan sampe ditempat perbaikan ban, sungguh berhapap (cos belum tentu ada ganti ban)
bingung harus bagaimana, kalo sama2 naik motor, ban luar da bingkai ban bisa rusak. kalo sama2 seret. jam berapa nyampe? akhirnya diputuskan aku yang naik motor dan kak fina jalan. tanpa tau tujuan, entah seberapa jauh aku akan mendapakan temapt yang dimasud. Lamaaaaa rasanya, kudapatilah 1 kios dan ku tanyakan tempat penggantian ban, mereka bilang masih jauh ada belasan km lagi. hufh, gimana dengan kak Fina , aku lum sampe dia masih jalan. dan gg ada sinyal. saat itu akku udah mau nyerah, udah gg mau jalan. tapi setelah ku pikir lagi. kalau ku gg jalan terus, mau pulang juag gg bisa apalagi au melanjutkan perjalanan.
dengan harapan besar aku terus jalan. nah saat aku jalan, ada 2 motor yang ditumpangi 3 orang pria tampaknya sperti preman, hitam dan tatoan. aduh Tuhan aku takut, jagai aku Tuhan. itu lah yang ada dalam pkiranku. Pasrah banget dah... eitsss aku makin takut, mereka berhenti 1 km di depanku. Hadeeehhh , aku harus gimana nih. Aku terus jalan karena mundur gag ada gunanya. Tiba di dekat mereka ku hanya bisa melempar senyum, mereka menunjukku dan membalas tersenyum. setelah mlewati mereka masih dalam kecemasan aku mberanikan diri melihat kebelakang dan ternyata mereka malah berbalik arah, entah apa maksudnya. selang 20 menit, ada suara klakson motor dan teriakan dari kak Fina "Lin bisa kan, aku duluan ya?" " ternyata pria2 yang bertampang mengerikan itu dikirim Tuhan untuk kami, berbalik arah untuk menjemput kak Fina yang jalan kaki. Oh Tuhan sungguh baik. Menggerakkan hati2 mereka tu menolong kami. Padahal ada saja org lain yang melewati kami, tetapi mereka yang ditunjuk Tuhan bagi kami. Belajar bahwa “don’t judge the book by it’s cover” , belajar bahwa Tuhan bisa pakai siapa saja untuk menolong, belajar bahwa Dia sediakan penolong yang tepat pada waktunya. Sungguh Tuhan Luar biasa.
Dan akhirnya sampailah ku ditempat perbaikkan motor, disana sudah ada kak Fina yang lebih dulu sampai. Untugnya ada ban baru untuk mengganti ban kami yang rusak. sejenak bistirahat sambil menunggu ban diganti. Kaget euy ternyate ban dalamnya yang kami kira bocor ternyata PUTUS. hahaha sudah tak sanggup lagi ia mempertahankannya (refers to BAN) ampe putus..begghhhh..
Setelah selesai Rasanya gimnaaa gitu ya, kami mendapatkan kembali secercah harapan untuk kelanjutan perjalanan yang masih panjang ini. Tuhanku Luar Biasa, ku dijaga, dipeliharaNya, hingga sampailah kami ditempat yag dinamai Buntok. Walau mendung tetapi dalam 5 jam perjalanan setetes air pun tidak ada yang turun. Benar2 merasakan penyertaanNya buatku pribadi.
Pembelajaran yang ku dapat untuk ku renungkan dalam sisi kehidupan ini ialah, segalanya sudah dirancang dan dipersiapkan (sprti kami yang menservice motor), tetapi Tuhanlah yang berkehendak.
Masalah datang tanpa bilang2, mencoba untuk mematikan harapan (harapan untuk sampai pada tujuan). Tetapi mengajarkan ku tuk terus berharap, terus maju, gg mnyerah, gg cengeng dalam kondisi sulit. Dan diingatkan lagi bahwa perjalanan hidup ini selalu akan diperhadapkandengan banyak pilihan. Dan haruslah bijak dalam membuat keputusan.
Belajar untuk melepaskan, melepas dengan rela dan berserah. Ketika kami harus berjalan bersama, apakah gunanya kalau ternyata harus merusak sesuatu yang penting dalam perjalanan ini. Sehingga kami harus berjalan sendiri2. Belajar percaya bahwa didepan sana ada kebahagian. Belajar lebih lagi untuk bersyukur dalam segala sesuatu, Tuhan kasi ban kami bocor masih di sekitar jalanan yang ada tempat perbaikan motor. Bagaimana kalo udah di jalan yang selanjtnya. Udah gg ada lagi yang namanya kios apalagi rumah.. beeehhh.
Ini juga lah yang menguatkan aku disaat2 yang lalu disaatku merasa sepi, merasa sendiri. tapi dari kejadian itu aku dibukakan bahwa Dia memang sahabat sejati yang gg ada penggantinya. disaat benar2 butuh pertolongan Dia kirimkan org2 yang mau menolong. dan dalam hidupku walau kadang aku merasa kehilangan teman2, sahabat aku diberikan teman2, sahabat2 yang baru. Tapi tidak berarti mereka menggantikan tempat teman yang lama. It's mean not like 1 peribahasa. "habis manis sepah dibuang, dapat teman baru teman lama dilupakan".
setiap orang yang ada dalam hidupku punya tempat masing2 yang aku buat secara pribadi, ibarat ruang kamar dalam tingkat yang sama.
Didedikasikan buat yang teman2, saudara2, sahabat2ku semua.. Luv u all.