Jumat, 25 Januari 2013

Asa

-Asa-

Semua menemukan jalannya sendiri, telah aku lihat satu per sat hilang melangkah ke jalanny masing2. dan aku masih terpaku bagaikan patung kehilangan arah. jiwaku berteriak melawan arah tetapi takpernah ada yang tahu. seakan angin membawanya pergi dan tak pernah satupun dapat melihatnya.

jiwaku terus berontak, ingin pergi dari kefanaan jasmani yang berbeda arah. menanyakan sejumlah rasa keingintahuan ttg siapa, apa, dimana, bagaimana. Ahh rasanya dunia ini tak akan  pernah mengerti.
inikah hampa itu?, yang orang lain ceritakan dan kumandangkan dalam kisahnya bisa dlm sebuah ftv, film, cerpen dll. dan aku mulai menepisnya dari bahagian mereka dg khotbah singkatku. menyakitkan dn sungguh ironis karena itu menular menusuk hingga ke dalam jiwa.

Akhirnya ku pejamkan mataku menerawang seluas pikiranku yg jika diukur hanya cukup dengan meteran baju saja. hehehehe

satu per satu tampak dengan senyuman di wajahnya, tatapan kebahagiannya, gelak tawa yang bersenandung mengiringi jalannya ke kehidupan di masa yang akan datang. satu per satu melompat dan menari diiringi dengan alunan nada yang sungguh indah dan bersemangat. satu per satu menemukan jalannya. Jalan Kebahagiaan.

dan...
Aku...
disini, berlutut dan berdoa
mengejar impianku
menginginkan jalan kebahagiann itu
sama
sama seperti yang lain.
yang akhirnya menebarkan senyumana yang serupa, lompatan yang sama, gerakan tarian yang sama. Yaitu Kebahagiaan...


-L-